aamiin
Sampai jua aku di titik terjerat.
Takzim melihat pancaranmu, membayang saat kau melangkah, dan mengalunlah do’a dari hati.
Hanya satu isinya, semoga ini tak melebihi rasa hamba padaMu hai pemilik seluruh rasa..
Sampai jua aku di titik terjerat.
Takzim melihat pancaranmu, membayang saat kau melangkah, dan mengalunlah do’a dari hati.
Hanya satu isinya, semoga ini tak melebihi rasa hamba padaMu hai pemilik seluruh rasa..
Perjalanan pulang malam ini ada hal-hal menarik yang agak menggelitik.
Faktanya Lina baik dan amat sangat baik.
Dan malam ini pulang tepat di jam macet, bukan hal asing lagi sebenarnya menghadapi kemacetan di Buah Batu, hal yang membuat ini istimewa adalah karena saya melihat ada beberapa aparat negara TNI yang kurang rasa nasionalismenya,Macet,klakson keras dan berhenti mendadak. JAhatnya akibat satu truck tersebut berhenti, hal itu mengakibatkan motor yang berada tepat dibelakangnya hampir terjatuh dan tertabrak truck dibelakangnya lagi.
Dan tahu apa alasan dia tiba-tiba berhenti? Karena dia merasa ada bapa-bapa yang mengganggu. Turun dari mobil, ngomong kasar, menari badam pengendara motor yang bersangkutan.Dan mirisnya adalah di TKP juga terdapat polisi. si beliau cuma bisa ngeliatin, meleraipun engga. Ah Yaampun, segininya apa ya negara Indonesia?
Bukankah Tugas TNI dan polisi adalah melindungi negara dan rakyat ini, namun kenapa ini sampai bisa terjadi?
Bukankah kita sama-sama punya maksud membangun negeri ini lebih baik? bukankah kita satu?
Ah entahlah, mungkin satu menurut aparat memiliki makna lebih dalam daripada saya yang hanya warga negara biasa.